Rabu, 08 Juni 2011

Politik Jamaan Permulaan


      IV.    Pemikiran politik romawi

Transisi Pemikiran Yunani ke Romawi ditandai dengan dua Mazhab, yaitu:
1.     Epicurus (341-270 SM)
Filasafat Epicurus pada dasarnya materialistik, dengan  mengemukakan bahwa jiwa tidak lebih dari substansi tubuh yang terdiri dari partikel-partikael yang terdiri dari partikel nafas dan tekanan darah yang tersebar di seluruh tubuh.

2.     Stoicisme
Semua orang adalah memiliki kedudukan setara dibawah satu hukum alamiah yang universal mulai memperoleh maknanya dalam konteks politik, Stoic menggantikan kosmopolis dengan kewargaannya, persaudaraan manusia dan pengikata hukum universal terhadap rakyat.

Pemerintahan Romawi

Secara Konstitusional, supremasi otoritas politik terletak pada kumpulan rakyat. Dengan hal tersebut, maka pemerintahan Romawi berbentuk Republik. Dewan memilih konsul dan hakim; dan bekerja atas dasar program yang diberikan oleh pejabat eksekutif.
Pemikiran utama dalam era ini ditandai dengan pemikiran yang semua menunjukkan gagasan yang muncul di jamannya; serta menggambarkan penerapan atas yang pada dasarnya merupakan filsafat politik negara kota kepada konteks baru kekaisaran dunia. (CICERO; 106-43 SM).
Ia tidak memiliki perbedaan jauh dari Aristoteles, dalam pendifinisian, metodologi dan konsep negara ideal. Perbedaan yang menonjol dengan pemikir sebelumnya hanyalah dalam cara pandang kesetaraan Manusia, yaitu ia berpendapat bahwa manusia tetap memiiliki kapasitas yang sama walaupun berbeda-beda yang dipelajarinya, sebab hal yang sama selalu dirasakan oleh perasaan, dan hal-hal yang mendorong perasaan berlaku sama bagi semua manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar